Profil

purwokerto-youth-dayKomisi Kepemudaan (Komkep) Keuskupan Purwokerto (KP) adalah perangkat kerja pastoral di Tingkat Keuskupan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengkoordinasikan karya pastoral untuk Orang Muda Katolik (OMK), khususnya kaderisasi dan pemberdayaan serta pengembangan hidup rohani OMK, sehingga OMK semakin mampu untuk terlibat di dalam pengembangan umat dan masyarakat.
Tugas-tugas Komkep KP adalah:

1.    Kaderisasi:
Komkep merencanakan dan melaksanakan kaderisasi dan pengembangan hidup rohani Orang Muda Katolik,         usia 16-35 tahun dan belum menikah.                     
Indikator keberhasilannya adalah adanya modul pendampingan: pengembangan, pembentukan komunitas;         jumlah kegiatan: rekoleksi, pelatihan, dll.

2. Pemberdayaan:

  1. Komkep merencanakan dan melaksanakan pelatihan dan pemberdayaan bagi pengurus OMK paroki supaya semakin banyak kaum muda yang terlibat dalam pemberdayaan umat dan masyarakat. Indikator keberhasilan: ada modul pemberdayaan; jumlah kegiatan, jumlah OMK yang terlibat di masyarakat.
  2. Komkep memastikan bahwa kelompok-kelompok kategorial / gerakan OMK mendapatkan pendampingan yang memadai.  Indikator keberhasilan: ada pertemuan koordinatif,  pembekalan pengurus, dan pelatihan-pelatihan.


3. Membangun jejaring:

  1. Komkep menjalin komunikasi dan kerjasama dengan kelompok-kelompok kategorial kaum muda baik di dalam Gereja maupun di dalam masyarakat. Indikator keberhasilan: jumlah pertemuan lintas kelompok OMK dan laporan realisasi kegiatan.
  2. Komkep menjalin kerjasama dengan komisi lain. Indikator keberhasilan: jumlah bentuk kerja sama yang dilaksanakan.
  3. Komkep mengembangkan jaringan komunikasi pelajar tingkat SLTA. Indikator: jumlah pertemuan jaringan komunikasi.


4. Pengelolaan sarana/keuangan:
Indikator keberhasilan: adanya laporan keuangan serta inventarisasi sarana dan prasarana

Para Moderator OMK Dekenat:
Para moderator OMK Dekenat adalah sama dengan Ketua SubKomisi Kepemudaan di dekenatnya. Sub-Komisi Kepemudaan adalah perangkat kerja pastoral yang bergerak di tingkat dekenat untuk melaksanakan kebijakan dalam bidang pastoral kaum muda. Kegiatan sub-Komisi ini menindaklanjuti apa yang telah diputuskan oleh komisi kepemudaan di tingkat Keuskupan (bdk. Statuta KP 2011, hlm 14). Moderator OMK Dekenat diangkat oleh Deken di dekanatnya dengan demikian ia bertanggungjawab kepada deken.

Hubungan antara Moderator OMK Dekenat dengan Ketua Komisi Kepemudaan:
Para Moderator OMK Dekenat masuk dalam kepengurusan inti Komisi Kepemudaan yang dipimpin oleh Ketua Komkep. Para moderator ini melibatkan sekurang-kurangnya satu (1) orang dari dekenatnya untuk membentuk pengurus Inti Komisi Kepemudaan. TIm Inti inilah yang menjadi  SC (Steering Committee) kegiatan OMK di tingkat Keuskupan. Para moderator ini bertemu dua (2) bulan sekali.

Tugas Moderator OMK Dekenat (bdk. Statuta Keuskupan Purwokerto 2011 hlm 98):
1. Menghadiri undangan pertemuan yang diselenggarakan oleh komisi atau kepanitiaan tingkat Keuskupan selaras dengan tanggung jawabnya sebagai moderator OMK.
2. Mensosialisaskan hasil-hasil pertemuan di tingkat komisi dan atau Keuskupan kepada tim kerja Kepemudaan Dewan Pastoral Paroki.
3. Bersama dengan deken, moderator OMK dekenat mengkoordinir dan memonitor pelaksanaan karya kerasulan OMK di wilayah Dekenatnya. Tentang koordinasi dan monitoring ini, moderator OMK dekenat perlu membentuktim beserta job description para pengurus di tingkat dekenatnya.

Visi 2012-2015:
“OMK Keuskupan Purwokerto adalah paguyuban orang muda katolik se-Keuskupan Purwokerto yang bersama-sama menghayati dan mewujudkan nilai: solidaritas, tanggungjawab, kemandirian, kejujuran, keadilan sebagai keutamaan kristiani dalam rangka ikut berpartisipasi dalam gerak Keuskupan Purwokerto untuk menegakkan Kerajaan Allah” (Visi Komkep KP, 2008-2011, dilanjutkan 2012-2015).

Misi 2012-2015:
1. Mengembangkan paguyuban orang muda katolik Keuskupan Purwokerto: membentuk jaringan.
2. Mengembangkan kualitas hidup OMK melalui penghayatan dan perwujudan 5 nilai (kejujuran, keadilan,            tanggung      jawab, solidaritas, kemandirian) dalam usaha memerangi pengaruh negatif modernitas (konsumerisme, hedoisme,      materialisme dll).
3. Mengembangkan kesediaan dan kesanggupan OMK dalam menegakkan Kerajaan Allah (sebagai usaha untuk     berpartisipasi dalam gerak Keuskupan Purwokerto dalam menegakkan Kerajaan Allah).

Strategi 2012-2015:
2012: Penguatan Tim OMK dalam mengikuti Indonesian Youth Day.
2013: Kunjungan Ke Dekenat-dekenat untuk memastikan pendampingan OMK di tingkat dekenat dan paroki.
2014: Pelatihan pendampingan OMK di paroki-paroki.
2015:
Temu Raya OMK Sekeuskupan