Belajar dari Romo Mangun

(Hening Griya, 14/11/2017) – Hari ke 2 (Temu Moderatores) TEMOD, peserta diarahkan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan “Siapa Aku?”. Untuk itu, Romo B. Edi Wiyanto sebagai pembawa materi, membagikan pengetahuannya terkait pemikiran Romo Mangun serta gagasan dan pola pemikirannya. Raga Widya, sebagai salah satu judul buku yang pernah ditulis oleh Romo Mangun, mengajak para pembaca untuk dapat menghayati pengalaman hidup sehari-hari dalam terang iman Kristiani, mengerti dan mengucapkan bahasa tubuh kita sehingga bahasa dan peragaan menjadi matang dan dewasa. Nilai itulah yang ingin dihidupi oleh para peserta TEMOD.

Dalam sesinya, Romo Edi lebih banyak mengajak para peserta TEMOD untuk banyak belajar dari Romo Mangun. Romo Mangun memberikan perhatian dari yang paling dasar. Seperti perhatian kepada warga dan lingkungan Kali Code, Kedungombo, dan Grigak. Romo Mangun memberikan perhatian mulai dari pangan, sandang, dan papan. Beliau hadir bukan untuk membangun tempat tersebut menjadi indah, tetapi memperjuangkan masyarakat yang ada di situ. Masyarakat yang di cap sampah dan mengotori daerah tersebut namun, tetap hadir.

“Mendampingi kaum muda harus dari hati,” ujar Romo Edi. Menjadi seorang pendamping harus sabar, rendah hati dan sama-sama mau belajar. Seorang pendamping harus memiliki rasa religius. Jika sudah muncul rasa religius, maka kegentaran, ketaatan, kekaguman akan muncul.

Dimana hati diletakkan, di situlah proses belajar dan maju dimulai.

Sie. Humas dan Publikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *