Delegasi AYD Terkesan dengan Anak-anak Tunarungu

Tarian anak SLB Dena Upakara
Tarian anak SLB Dena Upakara

Hari Senin, 31 Agustus 2017, delegasi AYD7-DID Purwokerto mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Dena Upakara yang dikelola oleh Suster-suster Putri Maria Yusup (PMY). Sekolah berasrama di Wonosobo ini mendidik anak-anak bisu-tuli khusus perempuan. Pada kota yang sama,  terdapat juga sekolah untuk anak-anak bisu-tuli laki-laki yang dikelola oleh Bruder-bruder Karitas.

Rombongan yang berangkat dari Purwokerto sekitar pukul 08.00 masuk kompleks sekolah-asrama sekitar pukul 11.30. Rombongan disambut anak-anak SLB Dena Upakara bersama sejumlah guru dan suster yang berdiri berjajar di halaman. Mereka menyalami semua tamu yang datang. Para siswa terlihat antusias menyambut tamu walau mereka mengalami keterbatasan dalam komunikasi.

Delegasi AYD menikmati suguhan khas wonosobo berupa kue sagon, tahu kemul dan minuman dawet.

“Enak,” kata salah satu delegasi Thailand dalam bahasa Indonesia tentang dawet yang ia minum.

Di lapangan delegasi disuguhi tarian Tidung Harmoni. Sejumlah anak SD dan SMP menari dalam iringan musik. Mereka membawa topeng di tangan kiri dan kanan. Beberapa kain warna merah, putih, kuning, ungu, biru, dan hitam menjuntai panjang dengan satu ujung memusat pada penari  yang berada di atas keranjang.

Meen dari Thailand mengatakan bahwa tarian itu sangat indah. Ia mengaku tidak bias menggambarkannya dengan kata-kata. Ia mengaku, walau tidak bisa menari, ia suka dengan tarian.

Selepas menyaksikan tarian, para peserta AYD melihat proses belajar mengajar di kelas anak-anak bisu-tuli. Di kelas TK kecil, rombongan AYD mempelajari identifikasi. Mereka memberikan tepuk tangan ketika mendapati ada siswa yang berhasil bicara.

Memasuki kelas 2 SD, rombongan melihat bagaimana anak-anak tunarungu belajar percakapan. Peserta juga memperkenalkan diri di depan anak-anak.

Toom,  peserta asal Thailand mengaku tidak mengerti yang disampaikan oleh guru kepada siswa namun salah seorang guru Prasetyo Hadi membantu menjelaskannya.

Setelah melihat proses belajar mengajar, para peserta AYD membubuhkan tanda tangan pada kanvas lebar. Mereka meninggalkan aneka macam catatan. “Thank you so much. Peace be with yoi,” tulis salah satu peserta.

“From japan terima kasih,” tulis yang lain.

Tulisan yang lain menyebutkan, “Terima kasih from Thailand.

 

Tim Media

Laporan Anna Mari Heppy (Wonosobo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *