Kentongan Musik Khas Banyumas Menyambut Kehadiran Delegasi AYD Jepang dan Thailand

Delegasi Jepang dan Thailand larut dalam kegembiraan musik kentongan
Delegasi Jepang dan Thailand larut dalam kegembiraan musik kentongan

Suasana halaman Pschalis Hall menghangat ketika delegasi AYD dari Jepang dan Thailand memasuki halaman, Minggu, 30 Agustus.  Mereka satu per satu turun dari bus yang membawa mereka dari tempat istirahat semalam di Rumah Retret Maria Immakulata Kaliori. Wajah-wajah OMK Purwokerto yang berbaris membentuk lorong berubah menjadi cerah. Dengan penuh semangat mereka menyambut kedatangan teman-teman mereka dari manca negara tersebut.

Upacara penyambutan dilakukan dengan pemasangan iket atau ikat kepala bagi dua orang perwakilan delegasi dan satu Uskup Mgr Bernard Taiji Katsuya yang menemani rombongan Jepang. Iket kepala tersebut dipasangkan oleh Administrator Diosesan Purwokerto Rm Tarcisius Puryatno Pr dan Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Purwkkerto Rm Frans Kristiadi Pr. Sesudah itu ratusan kaum muda dari tiga negara itu berbaur dalam kegembiraan diiringi musik kentongan. Kelompok kentongan dari SMP Susteran membuka dengan lagu Di Tepinya Sungai Serayu karya R Soetedja. Menyusul kemudian lagu Gundul-gundul Pacul yang merupakan lagu dolanan hingga hingga lagu nasional seperti Tanah Air.

Menari, bernyanyi dan bersorak bersama
Menari, bernyanyi dan bersorak bersama

Dalam waktu sekitar 45 menit, para peserta menikmati musik, menari bersama, dan bersorak gembira.

Anak-anak muda dari Jepang dan Thailand ini akan menyatu dengan OMK Keuskupan Purwokerto tinggal terbagi di 50 rumah keluarga Katolik di Purwokerto. Keluarga-keluarga tersebut berada di dua paroki yaitu Paroki St Yosep dan Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto.

Dalam Day in the Diocese (DID) Purwokerto, Keuskupan Purwokerto menerima 27 orang tamu Jepang dan 23 orang tamu Thailand, termasuk di dalamnya seorang Uskup,. Kesempatan DID berlangsung 30 Juli sampai dengan 2 Agustus.

Selama di Purwokerto, peserta AYD akan mengunjungi SLB Tuna Rungu Dena Upakara di Wonosobo. Anak-anak tuna rungu didikan Suster-suster Putri Maria dan Yosep (PMY) ini akan menyuguhkan sendratari. Pada hari ke tiga di Purwokerto, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok berkunjung ke Pondok Pesantren Mahasiswa An Najah di Baturraden dan mengenal pertanian di Sumbang, satu kelompok berkunjung ke komunitas penghayat kepercayaan di Adipala, Cilacap.

Tim Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *